>>>sabaksajak

a poem in its becoming is a world....

Tuesday, November 02, 2004

 

pacar

berhentilah
mencintai mawar atau melati
karena mereka tak akan peduli
dengarkanlah
tebasan angin
yang menyabet alang-alang,
kemudian memberaikan himpunan jerami,
kemudian menyelusup ke celah-celah retakan tembok

di bebukitan nun jauh
lolongan anjing hutan yang tengah merayakan perjamuan
mengguncang-guncang malam yang terbakar nyala purnama

tak peduli…

sebongkah gelisah telah pecah
saat kulihat lelapmu dalam dekapku
ah, kekasihku
aku lupa bertanya:
kapan kita merdeka?

jogja, 2004

Monday, November 01, 2004

 

di kutaraja, suatu hari

buat: pokijan, dkk.

di kutaraja, suatu hari
aku mendapatimu termenung di antara cemas orang-orang
sebutir peluru, dikirimkan siapa, melubangi senja yang muram
lalu anak-anak berpeci berhamburan dari mesjid menuju pelukan emak-emaknya
“seperti lelucon yang tak lucu,” katamu tiba-tiba
“kami tak pernah tahu, kapan cerita berakhir.”

di kutaraja, suatu hari
gedung-gedung malas bernyanyi
orang-orang mengunci rumah dan mulut mereka
kota senyap, seperti tenggelam di cangkir-cangkir kopi

ada memang sedikit kegaduhan yang keluar sembunyi-sembunyi
sedu yang merangkak mendekati pagi
seorang perempuan dan dua anak kecil menatap sebongkah tubuh kaku seorang lelaki
air mata merembes dari puing-puing luka mereka

syair-syair hamzah fansuri kau jadikan sorban yang mengikat kepalamu
sementara senapan telah memberati bahumu yang goyah
dan aku tetap memandangmu dari jauh, jauh sekali
tak teraba, seperti sebuah gelap malam

di kutaraja, suatu hari
wajahmu yang aceh merapat pada dinding waktu
menghalangi derap sepatu lars
lalu lindap!

lalu aku menangis:
sebutir peluru kembali melubangi senja yang muram

jogja, 21104

Archives

November 2004   December 2004   January 2005   February 2005   March 2005   April 2005   May 2005   September 2005   October 2005  

This page is powered by Blogger. Isn't yours?