>>>sabaksajak

a poem in its becoming is a world....

Tuesday, December 07, 2004

 

catatan seorang kekasih gelap

atas naskah “Rahwana Must Die!” karya F. Gempar dan suatu hal lain


Akulah Rahwana yang lahir dari rahim malam.
Akulah api yang menjilatimu. Api yang senantiasa membakar kesetiaanmu.

Menara tinggi itu menyiramkan cahaya warna-warni ke tubuhmu,
tubuhku, tubuh kita.

Pada rembang petang aku akan membacakan sajakku
tanpa gangguan prajurit kera.

Di Cikini* aku tak membeli ros putih,
tapi secangkir kopi berasa karamel yang tandas berampas dusta.

Seekor burung besar mengintai dari langit Dandaka.
Merunduklah!

Seorang perempuan tengah merindukan bau tubuhku,
tapi aku tak berselera.

Oh, Kalamarica…
ada sesuatu yang aneh di dalam dadaku yang pengap!

Beratus tahun lalu, prajurit Mataram menangis di kota ini.
Tetapaknya tersisa di wajah seseorang yang runduk di ruang tunggu.

Engkaulah Shinta yang mengukir lekuk tubuhku dengan kecupan, dan mengajariku nama-nama. Engkaulah Shinta yang menyusun rusukku dari tulang-tulang yang berserakan.

Tadi malam mereka terusir dari pesta, juga kita.
Pendopo menyediakan selasarnya untuk disetubuhi.

Aku takkan membawamu ke Alengka karena di sana aku akan dikalahkan.
Aku akan membawamu ke suatu tempat, di mana hanya ada aku, engkau, dan manyar yang memainkan sitar.

Mari, marilah pergi dari sini,
sebelum Rama sadar engkau tak setia.

Mari, marilah pergi dari sini,
sebelum kekasihmu sadar engkau tak setia.

2004
*mengutip GM

Comments:
i really love this one:)
 
Post a Comment

<< Home

Archives

November 2004   December 2004   January 2005   February 2005   March 2005   April 2005   May 2005   September 2005   October 2005  

This page is powered by Blogger. Isn't yours?