>>>sabaksajak

a poem in its becoming is a world....

Monday, December 13, 2004

 

merah

:selepas penantian di tanggal sepuluh

I
ada yang terjepit disela-sela dedaun,
ada yang terhempas ketika butir
embun ruap di ujung pagi.

yang merah seperti darah
melekap pada kuncup
ros, dan gugur
setelah lima hari.

II
waktu adalah anak panah yang
dilepaskan dari kitab kejadian
-genesis.

melesat,
meninggalkan udara yang terbelah.

III
aku takkan meminangmu
dalam sebuah ruang
yang merah oleh jengah.


IV
di antara resah yang mengepung
dan was-was yang buas,
ada pula sejenis curiga yang
lepas dari kotak pandora.

dan kita selalu bertanya-tanya:
mengapa waktu berlalu tanpa rambu-rambu?

V
lalu detik menepi
mencurimu dari sampingku.

“seperti semesta,
cinta kita berawal entah, dan
berakhir entah
,” katamu
sayup-sayup.

jogja, desember 2004


Comments: Post a Comment

<< Home

Archives

November 2004   December 2004   January 2005   February 2005   March 2005   April 2005   May 2005   September 2005   October 2005  

This page is powered by Blogger. Isn't yours?