>>>sabaksajak

a poem in its becoming is a world....

Monday, December 13, 2004

 

moksa

I
pagi mengetuk-ngetuk pintu kamarku. matahari
menyelinap lewat nako yang terbuka.

embun menyulap hijau jadi kilau.

II
kita seperti matahari yang
dibenci kala kemarau
yang dirindukan kala
penghujan, katamu.

III
seperti daun-daun lapuk
di tengah hutan yang
tersembunyi,
yang tak terbelai, bahkan
oleh angin.

seperti kita, sebenarnya.

IV
katakan, cintaku, mengapa kita seperti itu?

V
moksa, kau bilang moksa. hilang
tanpa bayang,

lenyap, tak bersisa.

(mestikah?)

VI
seseorang membisikiku kisah
trotsky dan frida.

VII
barangkali ada setitik hitam
di atas putih, pada
kanvas.

barangkali ada sepetak rumah
di atas rumah,

di mana hitam
akan tersimpan
di dalam loteng.

VIII
pagi mengetuk-ngetuk pintu kamarku. matahari
menyelinap lewat nako yang terbuka.

kilau hanya singgah sekelebat.


jogja, desember 2004


Comments: Post a Comment

<< Home

Archives

November 2004   December 2004   January 2005   February 2005   March 2005   April 2005   May 2005   September 2005   October 2005  

This page is powered by Blogger. Isn't yours?